Permainan Tradisional Egrang

Image
Friday, 08 April 2016 | 13:00:20 WIB 668

INDONESIA - Egrang adalah permainan tradisional yang mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan ini sudah cukup dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus.

 
Permainan egrang dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa dengan tujuan pengisi waktu luang, bermain dan meningkatkan kemampaun motorik. Manfaat yang akan dirasakan oleh pelaku perminan ini adalah kegembiraan, kualitas kebugaran, dan bersosialisasi. Alat terbuat dari sepasang bambu bulat, masing-masing bambu memiliki ukuran  panjang + 2,5 m dan memiliki diameter antar 6 s.d 9 Cm. Pada ukuran 50 Cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata.
 
Permainan tradisional egrang ini sering dilakukan di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang dipergunakan. Untuk lebih meriahnya perminan ini, sebaiknya lintasan yang dipergunakan minimal sebanyak tiga lintasan. Apabila dapat dibuat lebih dari itu, akan lebih baik dan meriah. Masing-masing lintasan dengan ukuran lebar 1 s.d 1,5 meter dan panjang 50 meter.
 
Pemenang dalam permainan tradisional egrang ini ditentukan berdasarkan kecepatan waktu. Waktu yang diambil adalah kaki terakhir melewati garis finish. Agar dalam pelaksanaan kegiatan permainan ini berjalan baik, maka ditetapkan beberapa hal sebagai berikut :
1)     Peralatan Peserta
a.      Sepesang bambu dengan ukuran tinggi 2,75 meter dan diameter bawah minimal 2 dim (5 cm), tinggi pijakan kaki adalah 50 cm;
b.      Area Egrang dilapangan rumput atau tanah padat, dengan batasan lintasan yang dibuat dari kapur atau tali raffia, sepanjang 50 meter dan masing-masing lintasan dengan lebar 1,5 meter
 
2)     Peralatan Wasit/Juri
a.      Dua buah bendera untuk masing-masing juri lintasan dengan warna merah dan hijau;
b.      Stopwatch;
c.      Peluit;
d.      Scorepad
 
3)     Peraturan Permainan
a.      Peserta Egrang terdiri dari 3 pemain putra;
b.    Peserta harus menggunakan seragam team masing – masing Kabupaten/Kota dengan nomor punggung 1 s/d 3;
c.      Peserta diperkenankan membawa peralatan sendiri dengan ketentuan menggunagan bahan dari bamboo dengan ukuran  ketinggian maksimal 2,75 m. Jarak penompang kaki dari bamboo terbawah adalah 50 cm, sedangkan diameter bamboo minimal 2 dim (tidak boleh kurang);
d.      Start dibelakang garis dan posisi peserta masih berada di bawah (belum naik);
e.      Berjalan sesuai dengan lintasan masing- masing;
f.       Masing-masing orang dalam satu regu wajib menempuh jarak 50 m, sehingga jumlah total jarak tempuh untuk masing-masing   regu adalah sepanjang 150 m;
g.      Sebelum pergantian pemain, pemain dan Egrangnya harus seluruhnya melewati garis;
h.      Pemain berikutnya menunggu di luar garis, tidak diperkenankan masuk dalam arena lomba;
i.       Dinyatakan sebagai Pemenang apabila pemain ketiga lebih dahulu melewati garis finish;
j.       Dinyatakan diskualifikasi jika:
-      Egrang menyentuh garis lintasan;
-      jika kaki peserta menyentuh tanah (peserta jatuh);
-      Egrang tidak memenuhi ukuran sebagaimana ketentuan persyaratan;
-      Pergantian pemian dilakukan sebelum melewati garis batas.
  
 
4)     Peran dan tanggung Jawab Wasit/Juri dan petugas Permainan Egrang
a.        Wasit
1.        Memberikan arahan terkait dengan bentuk aktivitas yang tidak diperkenankan dilakukan oleh semua peserta kepada semua ketua regu sebelum permainan dimulai;
2.        Mengontrol kesiapan juri garis dan petugas pencatat waktu (petugas stopwatch);
3.     Memberikan aba-aba kesiapan dan dimulainya permainan ini, dengan memberikan tanda peluit (aba-aba : bersedia, siap, priiiit);
4.        Menghentikan permainan, bila ada yang mencuri start.
b.        Juri
1.        Wajib membawa bendera merah dan hijau;
2.        Memberikan tanda kesiapan peserta, dengan mengangkat bendera hijau;
 

3.   Memberikan tanda pelanggaran peserta, dengan mengangkat bendera merah (mengikuti peserta dari arah belakang)

 

(nusapos.com/Andra/rls)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...