Teknologi Gadget Sudah Mampu Mengarsipkan Resep Masakan Kuliner

Image
Sunday, 03 April 2016 | 11:00:10 WIB 522

Siapa yang tidak mengenal Bondan Winarno? Farah Quinn? atau mungkin Jamie Oliver? Bagi anda para pecinta kuliner dan memiliki hobi memasak, tentunya sudah tidak asing lagi mendengar nama para chef handal dari dalam dan luar negeri seperti mereka.
 
 
Di era yang maju seperti sekarang ini, para pecinta kuliner dengan mudahnya mendapatkan segudang informasi tentang resep dan kuliner dari seluruh dunia melalui saluran acara kuliner di televisi atau perangkat teknologi lainnya. Dunia Kuliner memang sangat mengasikkan, tetapi bukanlah sesuatu yang simple. Sepertinya, melihat kafe/restoran yang pernah kita kunjungi, serta traffic yang ramai terkadang membuat kita penasaran seperti apa dunia di balik layar restoran/kafe ini. Lalu, apakah mereka juga menggunakan teknologi dalam membantu bisnis mereka?
 
 
Teknologi untuk komunikasi
 
Seorang koki handal hendaknya mengetahui bagaimana mengatur keseharian dapur mereka yang begitu sibuk. Mulai dari stok makanan, menu makanan yang variatif sampai peralatan dapur memerlukan perhatian extra setiap harinya.
Michael Scelfo, seorang executive chef dari Russel House Tavern di Cambridge misalnya, ia menggunakan Dropbox sebagai salah satu alat bantu untuk berkomunikasi dengan karyawannya. Setiap harinya, para karyawan selalu melaporkan kinerja para staf, mendokumentasikan apa saja yang spesial, serta informasi terkait lainnya. Melalui Dropbox, Michael dapat mengetahui update terbaru, serta dapat segera menangani kemungkinan buruk yang terjadi apabila masalah muncul di restoran miliknya. Michael sendiri menggunakan iPad untuk mengatur semua persediaan makanan di restorannya. Baginya, alat-alat berteknologi tinggi ini sangat membantunya untuk melakukan apa yang paling ia cintai, yaitu dunia kuliner.
 
 
Menu yang Atraktif
 
Membuat menu-menu yang atraktif memalui iPad juga sangat membantu  para pemilik restoran untuk meningkatkan ketertarikan para konsumen untuk menikmati kuliner di restoran/kafe milik mereka.
Salah satu restoran yang menggunakan  iPad sebagai solusi terbaru untuk membuat menu mereka menarik adalah The Steakhouse Chicago Cut.  Mereka mempersiapkan 40 tablet iPad untuk memperlihatkan daftar menu wine kepada para konsumen, sehingga terlihat lebih menarik dan berkelas. Pengunjung dapat memilih karakter, harga, serta tipe dari wine yang mereka inginkan. Konsekuensi terburuk serta bagaimana mengatasi hal yang akan terjadi (seperti kesalahan harga atau kehilangan data) pun sudah dipikirkan oleh pihak manajemen.
 
Arsipkan Resep Anda
 
Bagaimana para pengusaha restoran itu mengontrol begitu banyak resep yang mereka miliki, mulai dari resep untuk breakfast, dinner, appetizer, dan dessert?
Salah satu aplikasi yang tersedia di iPhone dan iPad untuk membantu mengatur resep yang dimiliki adalah Paprika. Aplikasi seharga $ 20 (per tahun) ini memiliki format yang sangat simple, dimana anda dengan mudah dapat mencari resep anda sendiri atau mendownload resep dari situs lain.
Bagi anda yang memiliki hobi memasak di rumah, Paprika merupakan salah satu aplikasi yang sangat berguna untuk membantu anda dalam bereksplorasi resep masakan yang diinginkan. Kita dapat melihat bagaimana teknologi sudah merubah gaya hidup bagi para pakar kuliner di dunia. Bahkan menurut Faith Durand, Managing Editor dari Apartment Therapy’s The Kitchen blog, para penerbit buku masakan lebih memilih untuk memposting book review di blog mereka melalui iBook di iPad dibandingkan melalui email, karena alasan efisiensi.
 
 
Dunia Kuliner saat ini memiliki kesempatan yang besar dalam memanfaatkan teknologi baru dalam peningkatan efisiensi waktu serta biaya. Dengan penggunaan perangkat jenis tablet khususnya (iPad/Android), telah memudahkan aktivitas manajamen dalam industri kuliner sehari-hari.

Bagaimana dengan Anda, tertarik untuk memanfaatkan teknologi untuk bisnis kuliner? Menarik bukan? Kini teknologi dapat membantu sistem manajemen dari para pemilik restoran/kafe di dunia. Seperti yang dikatakan oleh koki terkenal sekaligus pemilik restoran, Michael Schlow, “Makanan adalah tentang rasa, aroma, emosi, serta imajinasi, dan bisnis kuliner adalah tentang waktu, pengalaman, serta para penikmat kuliner.”

 

(nusapos.com/Andra/rls)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...