Harga Minyak Mentah Turun 1 Maret 2016, Harga BBM di Indonesia Jadi Turun?

Image
Friday, 04 March 2016 | 12:25:01 WIB 768

NEW YORK - Harga minyak mentah turun di perdagangan Asia pada Selasa. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman April turun 0,47% menjadi $ 33,59 per barel. PMI Caixin China untuk Februari datang di 48, di bawah 48,3 yang diharapkan dan tingkat bulan lalu 48. Sebuah angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Sebelumnya di China, semi-resmi manufaktur PMI untuk Februari turun menjadi 49, lebih lemah dari 49,3 yang diharapkan dan tingkat 49,4 bulan lalu, sedangkan non-manufaktur PMI datang di 52,7, di bawah yang terakhir dilaporkan pada 53,5.

Untuk Cina Federasi Logistik dan Pembelian manufaktur itu level terlemah sejak November 2011. The CFLP mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menyertai bahwa produksi, pesanan baru dan jumlah pembelian turun tajam pada bulan Februari karena libur Tahun Baru Cina selama seminggu.

The CFLP juga mencatat lonjakan harapan bisnis sub-indeks yang mengukur, melompat ke 57,9 pada Februari dari 44,4 pada Januari, menunjukkan kepercayaan diri yang kuat dengan perusahaan China atas prospek masa depan.

Semalam, minyak mentah berjangka AS naik jauh pada hari Senin, menutup bulan berombak Februari relatif datar, setelah Arab Saudi berjanji untuk bekerja sama dengan produsen utama lainnya pada akhir pekan lalu dalam upaya baru untuk membatasi volatilitas ekstrim di pasar minyak global.

Sejak jatuh ke posisi terendah 13-tahun di $ 26,05 pada 11 Februari, minyak mentah berjangka AS naik lebih dari 21%, berakhir bulan di level penutupan tertinggi dalam lebih dari empat minggu. Untuk bulan ini, minyak mentah WTI ditutup di bawah 1% dalam arah yang positif atau negatif dari level penutupan di sebelumnya hanya tiga dari 21 sesi.

Di Intercontinental Exchange, minyak mentah Brent untuk pengiriman April diperdagangkan antara $ 34,84 dan $ 36,74 per barel, sebelum ditutup pada $ 36,64, naik 1,20 atau 3,39% pada sesi. berjangka utara Brent Laut telah rally sekitar 18% sejak sebentar turun di bawah $ 30 per barel pada pertengahan Februari. Sementara itu, penyebaran antara tolok ukur domestik internasional dan AS minyak mentah mencapai $ 2,84, di atas permukaan Jumat $ 2,32 pada penutupan.

Sementara itu, rencana pemerintah Indonesia untuk menurunkan harga BBM hingga Jum'at, 4 Maret 2016 belum terlihat realisasinya.  Harga BBM yang diperkirakan dan dirancang turun oleh pemerintah RI yaitu jenis Pertamax dan Pertalite.  Namun, dalam rancangan pemerintah, jenis BBM lain seperti Premium, dari Rp 6.950,00  menjadi Rp 7.050,00.  Analisa para konsumen saat ini, dengan turunnya jenis BBM Pertamax dan Pertalite akan berdampak pada harga BBM jenis Premium, serta kemungkinan akan berimbas pada jenis BBM lainnya.   Hal ini menunjukkan bahwa, pemerintah Indonesia belum dapat mengukur daya kemampuan penghitungan inkam negara secara tepat dengan berdasarkan perhitungan keuangan yang belum akurat.

Pengalaman yang dialami oleh rakyat Indonesia dengan kenaikan harga BBM, sementara harga minyak dunia turun, akan mengarahkan pada kebijakan pemerintah RI tidak populer ini, kepada ketidakpastian stabilisasi ekonomi di Indonesia.

(nusapos.com/Andra)


Sumber :

Laporan :

Editor : 0


loading...
Post
Nasional
Post
Nasional
Post
Nasional
Post
Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Nasional

Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru

2 tahun yang lalu 932
Post
Riau

Poligami? Jangan Asal Mau Saja!

2 tahun yang lalu 859